30+ Faktor penentu ranking Website di Google Search

Pelajari Faktor ranking Website di Google Search

Website yang dioptimasi dengan baik, biasanya mendapatkan peringkat yang lebih baik pula. Jika website anda berhasil masuk Top 5 Google Search, besar peluangnya untuk mendapatkan trafik potensial dari Google.

Menariknya, semakin ramai trafik website. Semakin besar pula peluang penjualan produk anda.

Hanya saja, untuk mendapatkan peringkat Top 5 Google Search tidaklah mudah. Tapi, bukannya tidak mungkin. Karena SEO adalah sains. Ada polanya. Dan bisa dipelajari.

Nah, pada kesempatan ini. Kami ingin membagikan pola-pola yang bisa anda ikuti dan jadikan sebagai acuan. Kita menyebutnya dengan  Faktor Ranking Website.

Apa saja faktor ranking website tersebut? Simak penjelasan kami dibawah ini.

Faktor Peringkat Website

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Faktor ranking website ini, kami ingin menekankan pada anda bahwa nomor urut bukan berarti urutan prioritas, Karena semua faktor tidak bisa berdiri sendiri. Saling terkait satu sama lainnya.

Oke, kita mulai pembahasannya.

Bisa di akses.

Faktor yang pertama yang besar pengaruhnya pada ranking website anda adalah mudah diakses. Lebih tepatnya bisa di akses oleh mesin pencari seperti Google.

Pada bagian lain, kita sudah membahas bagaimana cara kerja mesin pencari. Seperti scanning, indexing dan menampilkan hasilnya.

Sebelum Google mengindex dan menyimpannya di database mereka. Tentu saja mereka harus mengunjungi halaman website anda terlebih dahulu.

Tetapi, jika website anda tidak bisa di akses. Maka mereka tidak akan bisa menyimpan halaman website anda di database mereka. Ini artinya, website anda tidak akan pernah muncul pada hasil pencarian. Apalagi Top 5 Google Search. Mustahil.

Jadi, sebelum anda melakukan apapun. Pastikan dulu website anda bisa di akses oleh Google Bot. Dan ini adalah pekerjaan yang mudah.

Jika menggunakan CMS WordPress anda bisa melakukannya dengan mudah. Apakah anda ingin melarang Google Bot mengunjungi website anda atau justru mengizinkannya.

Ingat, pastikan website anda bisa di akses Google Bot.

Page Speed

Ranking Website PageSpeed

Page Speed sama dengan kecepatan halaman.

Kita tahu, sejak dulu kecepatan halaman selalu menjadi faktor peringkat yang paling menentukan. Karena Google ingin memastikan penggunanya puas dengan website yang ditampilkan di Google Search.

Jika loading website anda lambat, besar kemungkinan angka pentalannya menjadi besar. Dan ini pertanda bahwa pengguna tidak enjoy dengan website anda.

Lagi pula, siapa yang suka dengan website lambat. Kami rasa tidak ada.

Dan Google tahu itu. Sehingga mereka menjadikan Page Speed sebagai faktor peringkat yang paling besar pengaruhnya pada ranking website.

Perlu juga di-ingat. Page Speed ini tidak hanya untuk halaman dekstop saja. Anda juga harus memastikan kecepatan halaman untuk perangkat mobile.

Alat yang bisa kita gunakan untuk mengukur kecepatan halaman ini adalah GTMetrix dan PageSpeed Insights. Keduanya bisa anda gunakan secara gratis.

Kalau ingin website anda masuk halaman 1 Google, apalagi top 5 Google Search. Pastikan anda memperhatikan Faktor ranking website yang satu ini. Page Speed.

Mobile Friendliness

Dulu, Google belum memasukan Mobile Friendly sebagai faktor penentu peringkat website. Asumsi kami mungkin karena dulu pengguna Mobile belum sebanyak sekarang.

Dan ternyata itu bukan lagi asumsi. Karena datanya memang mengatakan begitu. Saat ini pengguna Mobile jauh lebih besar dibandingkan dengan pengguna dekstop.

Trend itulah yang diikuti oleh Google. Karena mereka tidak ingin kehilangan penggunanya.

Kita sebagai pemilik website tentu harus ikut dengan trend ini. Kita juga harus memastikan website kita Mobile Friendly.

Pertanyaan, apa saja kriteria sebuah website  dikatakan Mobile Friendly. Oke. Kita akan coba uraikan lebih jelas agar anda tidak kebingungan.

  • Responsive. Apakah website anda bisa mengubah ukuran layar secara otomatis pada perangkat yang berbeda. Dekstop dan Mobile.
  • Apakah website anda bisa menyesuaikan ukuran font secara otomatis pada layar yang berbeda. Tidak kebesaran dan tidak pula kekecilan sehingga menyulitkan pengguna membacanya.
  • Apakah website anda mudah di akses dan navigasi menggunakan Mobile atau tidak.
  • Apakah konten utama anda tertutupi iklan atau tidak. Jika tertutupi iklan, ini berarti belum Mobile Friendly.

Setidaknya, 4 elemen diatas bisa menjadi patokan anda saat menilai apakah website anda sudah Mobile Friendly atau belum.  Jika ingin menggunakan tool. Anda bisa juga menggunakan tool yang sebelumnya sudah kami sebutkan. Yakni, PageSpeed Insights.

Saat ini, membuat website Mobile Friendly tidak sesulit dulu. Kalau dulu harus dibedakan antara website dekstop dan mobile. Saat ini anda tidak perlu melakukan itu lagi. Cukup dengan membuat website yang responsive.

Berita gembiranya. Anda bisa membuat website responsive menggunakan WordPress. Tanpa perlu membayar Web Developer dengan harga selangit.

Usia Domain

Hasil riset dari salah satu punggawa Search Engine Optimization dunia, Ahrefs. Mengatakan bahwa hampir 60% website yang menempati halaman 1 Google berusia lebih dari 3 tahun.

Dari 2 juta halaman website yang mereka analisa, sedikit sekali yang memiliki usia dibawah 1 tahun.

Ini artinya,usia domain memiliki kontribusi yang besar pada peringkat website anda. Itulah mengapa saat ini banyak sekali pakar SEO yang memburu domain berumur (Age Domain) untuk dijadikan PBN.

Jika di analogika pada dunia kerja. Mungkin sama dengan Fresh Graduate Vs Experienced Workers. Tapi, persisnya kenapa Google menjadikan usia domain sebagai faktor peringkat kami tidak mengetahuinya secara pasti. Lebih banyak rekaan berdasarkan pengalaman.

Kenapa ini penting anda ketahui ?

Ini bukan berarti setiap ingin membuat website anda harus menggunakan Age domain. Tidak. Bukan itu maksudnya.

Tapi, dengan mengetahui bahwa Usia domain berpengaruh pada peringkat. Setidaknya anda bisa mengukur persaingan sebuah keyword saat ingin anda optimasi.

Jika domain yang ranking untuk keyword yang anda target lebih banyak usianya diatas 3 tahun. Itu artinya, untuk mendapatkan peringkat halaman 1 Google akan membutuhkan Effort yang lebih berat.

Effort yang lebih berat ini bisa berupa waktu yang lebih lama, biaya yang lebih besar, pengetahuan SEO yang lebih mumpuni serta tenaga yang juga lebih banyak.

Oke. Kami harap, sampai disini anda paham.

Konten

Konten

Saat kami bicara tentang konten, itu bukan berarti artikel saja. Konten disini bisa berupa gambar, video dan media informasi lainnya.

Konten website anda akan berpengaruh pada peringkat jika ia dioptimalkan dengan baik.

Optimalkan dengan keyword yang tepat

Jadi, jika website anda ingin mendapatkan peringkat halaman 1 Google. Maka pastikan kontennya di optimalkan dengan baik. Mulai dari judul, subjudul, isi serta gambar yang relevan.

Agar kita bisa mengoptimalkan konten dengan baik. Maka kita harus tahu apa saja keyword atau kata kunci yang digunakan pengguna Google untuk menemukan konten yang akan kita tulis.

Untuk mengetahui ini, kita harus melakukan riset keyword terlebih dahulu.

Melalui riset keyword kita akan menemukan sejumlah keyword yang sering digunakan untuk mencari topik yang sedang kita angkat. Termasuk kata-kata terkaitnya.

Setelah anda mendapatkan keyword tersebut. Gunakanlah keyword tersebut untuk mengembangkan artikel anda menjadi konten yang menarik dan informatif.

Optimalkan dengan memahami Search Intent

Memahami maksud pengguna Google menggunakan keyword tertentu adalah bagian yang penting dalam proses optimalisasi konten.

Agar mudah dipahami, kami akan berikan contohnya.

Misalnya anda sudah menemukan keyword yang akan dioptimasi agar mendapatkan peringkat di halaman 1 Google. Keyword tersebut adalah “Rumah di Jual di Jogja”.

Anda memilih keyword tersebut karena anda menganggap orang-orang mengetikan keyword tersebut karena mereka sedang mencari rumah yang dijual untuk wilayah jogja dan sekitarnya.

Akhirnya anda memutuskan untuk membuat konten dengan keyword tersebut. Padahal, belum tentu orang-orang yang mengetikan keyword tersebut sedang mencari rumah di jogja.

Bisa saja mereka mengetikan keyword tersebut karena mereka sedang mencari portal iklan rumah di Jogja. Karena mereka juga ingin memasang iklan rumah disana.

Maksud kami, anda tidak bisa mengindentifikasi search intent berdasarkan dugaan anda saja. Tapi harus menggunakan data yang sudah disediakan secara gratis oleh Google.

Caranya dengan menganalisa 10 website yang ditampilkan oleh Google dihalaman 1 Google. Dari 10 website tersebut, konten seperti apa yang paling dominan. Portal Iklan rumah, artikel dengan pembahasan panjang dan detail atau yang lain.

Kumpulkan data-datanya dari 10 website tersebut. Setelah semua data terkumpul, barulah anda menyimpulkan konten yang harus dibuat. Sehingga benar-benar sesuai dengan search intent keyword tersebut.

Itulah yang selalu kami lakukan saat menganalisa keyword.

Jumlah Kata

Jumlah kata memang berpengaruh pada peringkat website. Tapi, bukan berarti halaman website yang memiliki jumlah kata lebih dari 2000 kata otomatis mendapatkan peringkat terbaik di Google. Itu pemahaman salah.

Untuk keyword dengan tipe komersial keyword jumlah kata sama sekali tidak berpengaruh.

Jumlah akan berpengaruh untuk keyword how to, perbandingan serta keyword yang membutuhkan penjelasan lengkap dan detail tentang suatu produk atau masalah.

Jika anda ingin optimasi keyword yang masuk pada ketegori “informational keyword” maka jumlah kata akan berpengaruh pada peringkat halaman website anda.

Karena keyword tipe ini membutuhkan penjelasan yang lebih lengkap dan mendalam.

Beberapa praktisi SEO mengatakan bahwa halaman yang memiliki konten lebih dari 2000 kata jauh lebih mudah mendapatkan peringkat dibandingkan dengan halaman yang memiliki jumlah kata lebih sedikit.

Sampai disini, kami harap anda paham. Kapan anda harus membuat artikel panjang. Dan kapan pula hal itu tidak diperlukan sama sekali.

User Experience

Tahukah anda, bahwa belum lama ini Google mengeluarkan Algoritma barunya. Mereka menyebutkan dengan “Rankbrain”. Sebuah Algoritma dengan kecerdasan buatan.

Algoritma Rankbrain ini bisa memahami apakah sebuah website memiliki user experience yang bagus atau tidak.  Jika user experience bagus, maka peringkat website akan terus naik. Jika sebaliknya, peringkat website akan turun.

Beberapa faktor elemen yang dibaca oleh Algoritma Rankbrain ini adalah CTR (ClickThrough Rate), Bounce Rate serta Dwell Time. Sebenarnya masih ada elemen lain yang mereka ambil. Namun 3 data diatas diyakini adalah faktor yang paling menentukan.

CTR (ClickThrough Rate) adalah perbandingan jumlah tayang dengan jumlah klik website anda pada hasil penelusuran mesin pencari. Semakin besar semakin bagus.

Bounce Rate adalah rasio pentalan pengunjung website saat mereka mengunjungi website anda. Semakin kecil rasio pentalan (Bounce Rate), maka semakin bagus untuk peringkat website anda.

Sedangkan Dwell Time adalah waktu yang dihabiskan oleh pengunjung di website anda. Semakin lama semakin bagus. Dan ini juga berpengaruh pada peningkatan ranking website.

Agar user experience (pengalaman pengguna) website anda bagus, maka anda harus mengoptimasi CTR, Bounce rate serta Dwell Time dengan baik.

Bagaimana cara mengoptimasinya, akan kita bahas pada lain kesempatan.

Onpage SEO

Faktor penentu peringkat website berikutnya adalah Onpage SEO.

Jika anda melakukan optimasi dengan baik dan benar. Maka peringkat website anda akan naik seiring berjalannya waktu.

Bahkan, untuk beberapa keyword dengan persaingan rendah. Anda tidak perlu melakukan SEO Off-page. Cukupd dengan SEO Onpage saja sudah bisa meningkatkan peringkat di Google.

Beberapa hal yang terkait dengan SEO Onpage adalah penggunaan Heading, penempatan keyword, optimasi gambar dan video serta beberapa elemen lainnya.

Seringkali website gagal mendapatkan peringkat di halmaan 1 Google karena tidak di optimasi dari sisi On Pagenya. Padahal, SEO Onpage ini bagian yang paling mudah saat kita melakukan SEO.

Satu hal penting dari kami. Usahakan melakukan SEO Onpage terlebih dahulu sebelum SEO Off-page

Backlinks

Backlink

Backlink juga dikenal dengan sebuatan SEO Off-page.

Merupakan proses Link Building. Dari website orang lain ke website kita. Semakin banyak website lain yang mengarahkan linknya ke website kita, maka semakin bagus pengaruhnya pada peringkat website kita.

Syaratnya, link tersebut harus link berkualitas.

Dengan menggunakan backlink ini, website kita akan mendapatkan peringkat di hasil penelusuran Google dengan mudah. Tentu saja setelah kita melakukan SEO Onpage terlebih dahulu.

Saat kita membuat backlink. Biasanya kita menggunakan anchor. Dan google akan mengenali halaman website kita melalui Anchor tersebut.

Jika anchor yang kita pasang adalah “cara membuat website”. Maka google akan mengenal halaman arahannya sebagai konten yang membahas tentang cara membuat website. Selanjutnya google akan meningkatkan peringkat website kita untuk keyword “cara membuat website” tersebut.

Tapi ingat, jika anda over dalam menggunakan anchor. Maka google menilai sebagai tindakan unnatural.  Biasanya website anda akan di hukum Google.

Oleh karenanya, hati-hatilah saat melakukan Link Building ini. Terutama dalam menggunakan Anchor.

Selamat mencoba.

Kualitas backlink

Perlu diketahui, tidak cukup hanya mendapatkan banyak backlink.

Strategi SEO terbaru, tidak lagi menjadikan banyaknya backlink sebagai faktor peringkat. Lebih dari itu. Anda harus memperhatikan kualitas backlinknya.

Dan kualitas backlink juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti usia domain, relenvansinya dengan website anda, otoritas (DA, PA dan konten), Trafik dan lain sebagainya.

Terkadang, website yang memiliki 10 backlink jauh lebih bagus peringkatnya dibandingkan dengan backlink yang memiliki 200 backlink.

Karena, kualitas backlinknya berbeda.

Untuk anda yang bingung mendapatkan backlink yang berkualitas, coba gunakan jasa backlink edu dari Debacklink Indonesia.

Variasi Anchor Text

Faktor berikutnya adalah Variasi Anchor Text.

Anda tidak bisa memasang backlink menggunakan anchor text yang sama secara terus menerus. Selain akan terdeteksi sebagai tindakan spam yang mengundang pinalti, cara seperti itu juga tidak akan memberikan peringkat yang bagus di hasil pencarian Google.

Kami menyarankan agar menggunakan anhor text berdasarkan data.

Anda bisa mengambil data anchor text kompetitor menggunakan Tool SEO seperti Ahrefs. Perhatikan jenis anchor text serta jumlah penggunaannya.

Apakah dengan mempraktekan ini dijamin masuk halaman 1 Google?

Tidak.

Tapi, setidaknya anda sudah bertindak berdasarkan data-data yang diambil dari website yang sudah sukses masuk halaman 1 Google.

Redirect 301

Redirect 301

Untuk anda yang belum tahu apa itu Redirect 301, ada baiknya membaca tulisan kami tentang Redirect.

Tahun 2015 lalu, salah satu website Agency SEO kami masuk halaman 1 Google dalam 1 bulan dengan menggunakan teknik SEO Redirect 301 ini.

Padahal, website kami tersebut belum memiliki banyak backlink dan konten.

Sampai hari ini, website tersebut masih bertahan dihalaman 1 Google dengan keyword yang sangat kompetitir di niche tersebut.

Akan tetapi, teknik SEO yang satu ini hanya akan bekerja jika dilakukan dengan cara yang tepat.

Kami akan bahas pada kesempatan lain.

Table of Content

Ya. Daftar isi ternyata berpengaruh pada peringkat.

Awalnya, kami tidak pernah membayangkan daftar isi pada sebuah halaman website akan berpengaruh pada peringkat di Google Search.

Namun, saat melakukan riset.

Kami menemukan banyak sekali halaman website yang masuk halaman 1 Google menggunakan Table of Content ini. Terutama Inner Pages.

Jika anda perhatikan. Pada halaman ini kami juga menggunakan Table of Content.

Hal ini sangat berguna bagi pengunjung website kita.

Jika menggunakan WordPress. Anda bisa menggunakan plugin Table of Content Plus. Download Gratis di Direktori Plugin WordPres.org

Selain faktor ranking website diatas, masih banyak faktor yang lainnya.

Seperti : Lama pendaftaran domain, 1 tahun, 2 atau 3 tahun lebih. Jika anda merencanakan bisnis untuk jangka panjang. tentu tidak ada salahnya untuk mendaftarkan domain lebih lebih dari 1 tahun.

Faktor peringkat lainnya.

Beberapa faktor penentu peringkat yang lain adalah Keyword as first word in domain, history domain, Top Level Domain, Title Tag, Description Tag, Keyword pada H1, Duplicate Content, Gambar yang dioptimalkan, Keyword pada heading 2 dan 3, Jumlah Backlink, Internal Links, Broken Liks, Struktur website, Lokasi Server, SSL Certificate, Variasi Link, Posisi Anchor text pada backlink, direct traffic, repeat traffic, Jumlah komentar dan lain sebagainya.

Garis tangan

Dari sekian banyak faktor penentu peringkat. Ada satu faktor peringkat yang paling menentukan. Sayangnya, banyak praktisi SEO yang mengabaikannya.

Faktor peringkat itu adalah nasib anda.

Sebaik apapun anda berusaha, bekerja dan mengerahkan sumber daya anda. Jika nasib anda memang tidak ranking, tetap saja tidak ranking.

Oleh karenanya, jangan sandarkan hasilnya pada usaha anda. Tapi gantungkanlah pada sang pemilik takdir. Dan mudah-mudahan takdir baik berjodoh dengan usaha anda.

Kesimpulan

Perlu anda ketahui, semua faktor peringkat website yang kami bahas diatas tidak ada satupun yang bisa berdiri sendiri. Masing-masing dipengaruhi oleh faktor yang lainnya.

Ini artinya, anda tidak boleh meniadakan salah satu faktor dan memprioritaskan faktor yang lainnya. Semuanya penting dan semuanya harus dipastikan dioptimasi dengan baik.

Satu hal lagi yang ingin kami tekankan pada anda.

SEO itu ilmu Sains. Ada polanya. Ada datanya. Dan semuanya bisa dipelajari. Jika kompetitor anda bisa. Berarti anda juga bisa.

Selamat mencoba.

One thought on “30+ Faktor penentu ranking Website di Google Search

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *