6 Kesalahan fatal Website Owner yang harus dihindari

kesalahan website owner

Kesalahan Fatal Website Owner

Ada banyak pemilik website yang akhirnya gagal menjual produk bukan karena produknya tidak bagus. Tapi karena mereka menawarkan dengan cara yang salah.

Agar anda tidak melakukan hal yang sama. Maka pada kesempatan ini kami mencoba membuat daftar kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh website owner.

Dengan mengetahui kesalahan fatal ini, mudah-mudahan anda bisa mengantisipasinya dengan baik. Berikut ini adalah beberapa kesalahan tersebut.

Overload informasi

overload informasiPernahkah anda mengunjungi halaman website yang dipenuhi oleh berbagai informasi dalam halaman yang sama.

Penulis sendiri pernah mengalaminya.

Yang terjadi saat kita berada dihalaman website seperti itu adalah bingung.

Kita bingung harus membaca yang mana duluan.

Informasi yang terlalu banyak, apalagi tidak disusun dengan struktur yang umum orang tahu. Maka berpotensi membuat pengunjung website bingung. Jika mereka bingung, besar kemungkinan mereka akan meninggalkan website kita.

Akhirnya, rasio pentalan menjadi besar. Dan ini adalah sinyal buruk pada Google. Lebih mengkhawatirkan lagi, ini kabar buruk untuk peringkat website anda.

Semakin tinggi rasio pentalan (Bounce Rate), maka semakin turun peringkat website anda. Dan ini adalah faktor penting yang harus anda perhatikan saat melakukan SEO Website.

Jadi, usahakan untuk tetap simpel dalam menyampaikan informasi. Jika terpaksa menampilkan banyak konten ,buatlah struktur konten yang mudah dipahami dengan baik.

Sehingga pengunjung tidak bingung.

Miskin Informasi

Jika kesalahan sebelumnya terlalu banyak informasi sehingga membuat pengunjung bingung. Bagian kedua ini adalah kebalikannya. Terlalu sedikit informasinya.

Bahkan, terkadang tidak sesuai dengan search intent keyword yang dioptimasi.

Beberapa waktu lalu. Kami mendapatkan klien yang menawarkan Jasa Konsultan Pajak untuk daerah tertentu.

Sebelum kami memulai optimasi. Kami mendapati halaman depan (Homepage) dari website tersebut sangat minim informasi. Beberapa konten yang kami temukan hanya membahas tentang siapa mereka.

Mereka amanah, profesional dan berpengalaman. Itulah konten yang ditampilkan.

Padahal, saat pengunjung mendarat di halaman website anda. Mereka ingin tahu apa yang ditawarkan. Setelah mereka tahu apa yang ditawarkan, barulah mereka akan mencari tahu siapa kita.

Jadi, sebenarnya mengulas panjang lebar siapa kita di halaman depan bukanlah cara yang tepat dalam optimasi konten. Pada awalnya, pengunjung tidak akan terlalu peduli siapa anda.

Nah, saat membuat sebuah halaman website. Pastikan informasi yang disediakan sesuai dengan search intent dan pastikan juga informasinya memuaskan pengunjung saat berkunjung ke halaman website kita.

Font yang digunakan

Kasus ini cukup sering kami temukan.

Banyak website dibuat dengan kombinasi font yang tidak tepat. Huruf terlalu kecil, warna hampir mirip dengan background, terlalu banyak aksesoris dan lain sebagainya.

Perlu dipahami. Pengunjung datang ke website anda bukan untuk melihat desain website anda. Bukan untuk melihat betapa kerennya font yang digunakan.

Tapi, mereka datang untuk mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi.

Tidak ada gunanya menampilkan desain yang keren jika akhirnya mereka kesulitan mendapatkan informasi yang dicari.

Jika anda benar-benar serius ingin meningkatkan konversi, maka memperhatikan hal-hal kecil ini akan memberikan dampak yang sangat besar pada bisnis anda.

Gunakanlah font yang tepat. Baik ukuran, jenis, warna dan penempatannya.

Keep simple.

Website tidak Responsive

Dulu. Tepatnya tahun 2011 masih banyak kami temukan website yang tidak responsive. Saat kita buka menggunakan perangkat mobile, ukuran fontnya menjadi sangat kecil. Sehingga membuat kita kesulitan membacanya.

Tapi, saat ini sudah sangat jarang kami temukan. Walaupun terkadang masih ada juga yang tidak welcome dengan tuntutan zaman yang satu ini.

Padahal membuat website responsive tidak sesulit dulu.

Kalau anda menggunakan CMS WordPress, banyak sekali theme wordpress yang dibuat dengan desain responsive. Dari sisi harga juga relatif terjangkau.

Website yang tidak responsive bukan saja membuat pengunjung kesulitan membaca konten yang anda sajikan. Lebih jauh lagi, google juga enggan memberikan peringkat halaman 1 Google untuk website anda.

Jadi, saat ingin membuat website bisnis. Fitur Responsive harus menjadi fitur wajib bagi website anda.

Konten tidak sesuai

Mungkin bagian ini sudah kita singgung sebelumnya.

Saat membuat konten website. Anda harus memikirkan konten yang akan memberikan solusi dari masalah yang mereka hadapi saat ini.

Tahukah anda. Saat mereka mengetikan keyword tertentu di Google. Dalam pikiran mereka sebenarnya sudah terdapat sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh konten yang kita sediakan.

Mungkin mereka sedang mencari tentang apa saja layanan yang kita sediakan, bagaimana layanan kita bisa memberikan solusi atas masalah mereka. Adakah jaminan masalah mereka terpecahkan sampai pada kebijakan garansi uang kembali.

Sebelum mulai membuat konten, coba pikirkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dimiliki pencari informasi menggunakan keyword yang kita target.

Jika anda sudah mengetahui apa saja pertanyaan-pertanyaannya, mulailah membuat konten untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Diharapkan dengan konten yang sesuai, user experience menjagi bagus. Bounce rate menjadi kecil. Sehingga membuat peringkat website anda terus naik tanpa harus melakukan link building secara masif.

Struktur konten yang tidak tepat

Mungkin anda sudah menyediakan konten yang relevan, desain yang responsive, jenis dan ukuran font yang tepat. Tapi jika anda tidak membuatnya dengan struktur yang tepat, maka pengunjung tetap akan kesulitan memahami konten yang disediakan.

Menurut kami, bagian terakhir ini sangat penting.

Jadi, cobalah untuk membuat struktur konten yang mudah dipahami. Jika anda kesulitan membuat konten yang terstruktur. Coba bayangkan saat anda presentasi produk pada orang lain.

Biasanya dimulai dari nama produk, manfaatnya, fiturnya, harganya dan terakhir barulah cara beli dan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Kami harap, tulisan singkat ini bisa membantu anda untuk menghindari kesalahan kesalahan yang sering dilakukan oleh pemilik website.

Tulisan ini ditulis oleh Hidayat Mundana. Praktisi SEO Indonesia sejak tahun 2011. Sudah membantu ratusan klien Corporate dan UKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *