4 KPI SEO yang harus anda ketahui dan evaluasi

kpi seo

KPI SEO, pentingkah?

Pada sesi ini, kita akan bahas tentang KPI SEO. Apa itu KPI SEO. Apa saja elemennya serta bagaimana pula cara melacak dan mengukurnya.

Bisnis yang tumbuh dan berkembang, setidaknya terdiri dari 3 elemen utama. Perencanaan, tindakan dan evaluasi.

Ketiganya adalah bagian penting dari sebuah bisnis. Termasuk saat anda melakukan SEO Website. Tanpanya, SEO yang dilakukan mungkin lebih besar peluang gagalnya daripada peluang berhasil.

Itulah mengapa kami sangat menyarankan pada anda untuk melakukan 3 hal ini dengan serius. Tanpa melewatkan salah satunya.

Pada tulisan ini kita akan coba bahas salah satunya. Yakni KPI SEO. Sehingga denganya kita bisa mengevaluasi kinerja SEO Website kita dengan lebih terukur.

Baik, kita mulai dari Pengertian KPI SEO.

Apa itu KPI SEO

KPI SEO adalah teknik yang digunakan untuk mengukur Kinerja SEO dalam satuan waktu tertentu. Mulai dari perencanan hingga tindakan SEO itu sendiri.

Dan KPI SEO ini harus berangkat dari tujuan SEO itu sendiri. Seperti ranking, CTR, konversi dan profit.

Menggunakan cara ini kita bisa mengukur kinerja SEO website secara lebih objektif. Mulai dari konten, keyword yang di optimasi serta ranking website yang sudah dicapai.

Lalu, apa saja elemen-elemen dari KPI SEO ini. Kita akan bahas satu persatu untuk anda. Mudah-mudahan bisa dipahami dan membantu anda dalam merencanakan SEO ke depannya.

Elemen KPI SEO

Seperti yang sudah kami singgung. Key Performance Indicator SEO terdiri dari beberapa elemen penting yang harus dilacak. Sehingga memudahkan kita dalam proses pengukuran kinerja SEO.

Beberapa elemen KPI SEO perlu dilacak secara terus menerus adalah :

Peringkat Keyword

Pada tahapan perencanaan SEO. Kita seharusnya sudah menetapkan daftar keyword yang harus dioptimasi & mendapatkan peringkat di SERPs Google.

Daftar keyword ini harus mencakup seluruh tipe trafik. Mulai dari Cold Traffic, Warm Traffic serta Hot Traffic.

Bahkan, kita tidak saja perlu menetapkan daftar keywordnya. Kita juga harus menetapkan peringkat minimal untuk keyword tersebut. Misalnya 10 besar atau 5 besar di Google.

Karena biasanya, semakin tinggi peringkatnya. Semakin besar potensi trafiknya dari Google.

CTR (Click Through Rate)

CTR adalah Persentasi orang mengunjungi iklan anda setelah mereka melihat iklan anda di hasil pencarian Google

Perlu diketahui, CTR ini sangat besar penaruhnya pada peringkat website anda. Sehingga anda harus memiliki perhatian khusus pada bagian ini.

Semakin tinggi CTR anda, maka peringkat website cenderung naik. Minimal stabil. Namun, jika CTR rendah. Maka besar kemungkinan peringkat website akan turun secara konsisten.

Bagian yang berpengaruh pada CTR ini adalah judul dan deskripsi website anda di hasil pencarian Google.

Para pengguna WordPress cukup terbantu oleh plugin SEO yang saat ini banyak beredar. Seperti Yoast SEO dan Rankthank.

Organic Traffic

Organic Traffic adalah jumlah pengunjung yang datang dari mesin pencari menggunakan kata kunci tertentu. Baik Google, Yahoo atau Bing.

Dengan mengetahui jumlah pengunjung. Kita bisa mengukur sejauh mana tindakan SEO berdampak pada pencapaian target pengunjung organik dari mesin pencari.

Jika belum tercapai. Maka kita harus mencari tahu penyebab tidak tercapainya KPI tersebut.

Konversi

Setelah banyak orang yang berkunjung ke website anda. Tentunya anda ingin mereka terkonversi dan masuk pada funnel berikutnya.

Jika mereka masuk pada kategori Hot Traffic, tentunya kita berhasap mereka menjadi pembeli. Jika masuk kategori warm Traffic, kita ingin mereka berubah menjadi Hot Traffic. Jika mereka Cold Traffic, kita ingin mereka terkonversi menjadi Warm Trafik.

Memang, menetapkan nilai konversi ini tidaklah mudah. Tapi, jika anda memiliki tujuan bisnis yang jelas. Maka menentukan nilai konversi menjadi lebih mudah.

Cara menentukan KPI SEO

Sebelum kita masuk pada bagian cara mengukur KPI SEO. Kita akan coba bahas cara menentukan KPI SEO.

Saat menentukan KPI SEO, biasanya kami berangkat dari target akhir dari bisnis tersebut. Apa itu? Ya, tentu saja taget akhirnya profit.

Agar lebih mudah dipahami dan dimengerti, kami akan coba mengilustrasikannya menggunakan angka-angka.

Contoh penentuan Key Performance Indicator SEO

Kami berencana mendirikan Agency SEO Indonesia dengan omset minimal 60 juta – 100 juta perbulan.

Biaya SEO paling murah yang akan kami tawarkan adalah : 3 juta per-klien. Ini artinya, minimal kami harus mendapatkan 20 klien setiap bulannya.

Pertanyaannya, untuk mencapai 20 klien tersebut. Website kami harus punya trafik berapa kunjungan setiap bulannya?

Jika asumsi awal kami konversi trafik menjadi pembeli hanya 1% saja. Maka kami butuh sekitar 2000 pengunjung tipe hot trafik. Ingat, tipe pengunjungnya harus hot trafik. Karena pada bagian ini kita butuh pembeli.

Baik, sekarang kita sudah tahu target minimal hot trafik. Yaitu 2000 pengunjung perbulannya.

Langkah berikutnya, kita akan melakukan riset keyword. Menemukan keyword-keyword yang masuk pada daftar keyword hot traffic.

Kita juga akan mengumpulkan keyword yang masuk pada kategori warm trafik dan cold traffik.

Oh ya, anda harus bisa membedakan keyword yang masuk pada kategori hot,warm dan cold traffic. Ini penting sekali dalam perencanaan SEO anda nantinya.

Asumsi CTR 30%

Saat mengumpulkan keyword ini. Kita juga harus menentukan asumsi awal CTR saat keyword tersebut mendapatkan peringkat di Google. Misalnya kita tetapkan asumsi awalnya adalah 30% saja (biasanya 30% ini kalau peringkat keywordnya adalah 5 – 3 besar).

Maka, untuk mendapatkan 2000 hot traffic, kita harus mempunya potensi hot traffik sebesar 7500 pengunjung setiap bulannya.

Sekarang mulailah membuat daftar keyword untuk mencapai KPI Trafik dengan CTR 30% tersebut.

Jika kita asumsikan rata pencarian per keyword sebanyak 300 pencarian perbulan, maka kita butuh sekitar 84 keyword hot traffic.

Penentuan Angka Keyword Hot Traffic

Hitung-hitungnya seperti ini : = (7500/(300×30%)) =84 keyword.

Hah, kayak ngajar matematika jadinya : )

Ini bisa berarti anda harus menyiapkan minimal 84 artikel. Bisa juga lebih kecil dari 84 artikel karena mungkin ada keyword yang earch intentnya sama. Sehingga bisa digabung menjadi 1 artikel saja.

Oh ya, kita belum bahas keyword tipe warm dan cold. Jika tipe keyword ini juga dimasukan, mungkin jumlah keyword hot trafik yang anda gunakan akan lebih sedikit.

Oke. Kami rasa cukup untuk pembahasan cara penentuan KPI SEO-nya. Mudah-mudahan bisa dipahami dan dipraktekan.

Cara Mengukur KPI SEO

Setelah kita menentukan KPI SEO, selanjutnya tentu kita harus ukur. Apakah tindakan SEO yang kita lakukan sudah memenuhi nilai yang sudah ditetapkan saat perencanaan atau belum.

Apa saja alat yang bisa dignunakan untuk mengukur KPI SEO, berikut ini adalah beberapa diantaranya

  • Google Webmaster Tools
  • Tools riset keywor seperti : Ahrefs, Keyword Revealer dan Google Planner.

Menggunkan Google Webmaster Tools anda bisa mendapatkan informasi Trafik, CTR dan sekaligus peringkat website. Sedangkan menggunkan Ahrefs, kita bisa mendapatkan data volume pencarian untuk keyword yang ingin di optimasi.

Kesimpulan

KPI SEO ini wajib bagi sebagian orang dan tidak penting bagi sebagian yang lainnya. Namun, jika anda ingin kampanye SEO dengan tindakan terukur. maka menentukan KPI SEO ini dari awal adalah sesuatu yang penting.

Key Performance Indicator ini tidak saja membantu agar kita on the track dalam melakukan tugas-tugas SEO. Tapi, juga memberikan hasil yang lebih pasti dibandingkan tidak melakukannya sama sekali.

Kami berharap, tulisan terkait KPI SEO ini berguna bagi anda semua. Terima kasih

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.