Keyword. Apa itu Keyword, cara riset serta alat yang digunakan

riset keyword

Apa itu Keyword, cara riset serta alat yang digunakan.

Menghasilkan uang dari internet dengan modal keyword.

Bisa banget. Ada caranya kok.

Saya bisa menghasilkan uang 15 – 30 juta per-bulan hanya dengan modal keyword.
Ini sudah saya lakoni sejak tahun 2011 lalu.

Selama website saya masing ranking untuk “keyword-keyword” tersebut, selama itu pula orderan jasa yang ditawarkan terus “mengalir”.

Siang maupun malam. Jam kerja maupun hari libur.

Dan akhir 2018 lalu,  2 website saya tersebut sudah dijual dengan harga yang lumayan untuk ukuran sebuah website agency (domain + desain).

Masing-masing harganya 200 juta dan 157 jutaan.

Nah, sekarang saya ingin berbagi pada anda semua.
Langkah penting yang saya lakukan sebelum mencapai itu semua.

Mari kita mulai

~ # ~

Proses pencarian informasi di Google

Untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengetikan keyword tertentu di kotak pencarian Google.

Misalnya : Distributor Bahan Kain Seragam

Selanjutnya, google akan menyajikan 10 halaman website yang dianggap paling relevan oleh Google. Lazim disebut dengan Top 10 Google Search.

Kemudian kita memilih (klik) website yang paling relevan dengan kebutuhan dan keinginan kita.
Begitu seterusnya.

Menariknya, saat ini orang mencari apapun di Internet, tepatnya Google. Mulai dari mencari berita terbaru, produk, jasa, review, gambar, video dan lain sebagainya.

Anda bisa mengoptimasi keyword-keyword yang mereka gunakan untuk mendapatkan peringkat halaman 1 Google. Selanjutnya mendapatkan bonus pengunjung darinya.

Jadi, jika ingin mendapatkan banyak kunjungan organik dari Google Search. Hal penting yang harus kita perhatikan adalah “keyword yang digunakan oleh pencari informasi”.

Karena keyword adalah jembatan antara pengunjung dan website kita.
Tanpa keyword, website akan sulit ditemukan di Google.

Jika website kita bisa ranking untuk keyword yang banyak digunakan, maka website kita akan banjir pengunjung setiap harinya. Tanpa bayar iklan pada Google.

Masalahnya, belum semua orang yang tahu apa itu keyword.
Bagaimana cara menemukan keyword yang tepat untuk di optimasi (search intent + volume + persaingan). Lebih jauh lagi, alat apa yang digunakan untuk riset keyword.

Untuk menjawab itu semua, kami dari Azhima SEO sudah membahasnya untuk anda.
Silahkan baca dan pahami dengan baik.

Baik, mari kita mulai.

Defenisi Keyword

Untuk menyamakan persepsi, kami selalu mulai dengan defenisi.

Apa itu keyword ?

Keyword adalah kata atau frasa kata yang digunakan oleh pengguna google untuk menemukan informasi yang mereka cari di Google Search. Keyword juga lazim disebut dengan kata kunci.

Misalnya : Cara memulai bisnis online untuk pemula

Keyword itu sendiri bisa terdiri dari 1 kata atau lebih.
Semakin panjang keyword yang digunakan, maka semakin spesifik keinginan dari pengguna google tersebut.

Pada contoh diatas, keywordnya terdiri dari 6 kata.

Keyword yang digunakan oleh pengguna google menggambarkan keinginan  dan kebutuhan mereka.

Keinginan dan kebutuhan yang melatar belakangi pengguna google menggunakan keyword tersebut kita kenal dengan sebutan Search Intent.

Agar tindakan SEO yang dilakukan berhasil, maka sebagai praktisi SEO kita harus bisa mengetahui search intent dari keyword yang digunakan.

Kita akan bahas tentang  Search intent pada bagian lain.

Jenis Keyword

Karena kebutuhan pengguna internet berbeda-beda, tentu mereka juga menggunakan variasi keyword yang berbeda pula.

Orang yang mencari informasi terkait dengan “panduan”, tentu akan berbeda dengan orang yang sedang mencari info tentang “produk”.

Nah, untuk memudahkan kita mengenal keyword dan maksud pencarian dari keyword (Search Intent) tersebut. Setidaknya kita mengenal 4 jenis keyword.

4 Jenis keyword tersebut adalah informational keyword, Transactional Keyword, Commercial Keyword serta Navigational keyword.

Agar lebih jelas, kami akan jelaskan satu persatu.

Informational Keyword.

Tipe keyword informational keyword adalah salah satu tipe yang banyak digunakan oleh pencari informasi di Google.

Biasanya search intent dari keyword model ini adalah pengetahuan.

Sehingga tak jarang kita menemukan mereka menggunakan keyword yang mengandung kata-kata “cara, bagaimana, tips, manfaat, kegunaan” dan lain sebagainya.

Tipe keyword ini adalah keyword yang berbasis pengetahuan.

Karena basisnya pengetahuan, maka biasanya website yang dimunculkan dihalaman 1 Google lebih banyak website yang memiliki jumlah konten yang panjang.

Karena, logikanya konten yang panjang berarti kontennya membahas topik tersebut secara detail, lengkap dan mendalam.

Keyword model ini biasanya ditarget oleh para publisher adsense. Karena volume pencariannya cukup besar.
Hanya saja, persaingan keyword model ini relatif ketat dibandingkan yang lain.

Pada pembahasan berikutnya, kami akan berikan contohnya pada anda.

Transactional Keyword.

Keyword model berikutnya adalah transactional keyword.

Transactional keyword adalah keyword yang digunakan untuk mencari produk atau jasa tertentu. Biasanya orang yang menggunakan keyword ini sudah memiliki niat untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa tertentu.

Jika anda menjual produk maupun jasa, kami sarankan untuk menargetkan keyword model ini.

Biasanya, mereka mengandung kata-kata seperti : “beli, jual, harga, alamat, jasa” dan lain sebagainya. Terkadang, keyword jenis ini juga menggunakan kombinasi kata yang mengambarkan produk tertentu.

Seperti : Jam tangan pria warna hitam, Jasa SEO, Dealer Honda Jakarta, etc.

Dan ciri lain dari keyword ini bisa anda lihat di hasil pencarian Google.
Jika didominasi oleh toko online maupun marketplace, kemungkinan besar keyword ini termasuk pada tipe transactional keyword.

Commercial Keyword.

Sebenarnya, commercial keyword kurang lebih sama dengan transactional keyword.

Mereka sama-sama digunakan untuk mencari tempat yang tepat untuk membeli produk maupun jasa. Baik itu secara online maupun off-line. Tergantung pada produk dan layanannya.

Tapi, untuk memudahkan kita dalam memahaminya. Kami akan memberikan “defenisi” bebasnya menurut Azhima SEO.

Commercial Keyword adalah keyword yang memiliki nilai komersial. Mereka yang menggunakan keyword ini cenderung melakukan pembelian. Sehingga jika anda berhasil mendapatkan pengunjung yang menggunakan keyword ini, kemungkinan besar akan terjadi transaksi.

Sama dengan transactional keyword. Jika dilihat pada hasil penelusuran Google, biasanya hasil pencarian di dominasi oleh website yang menawarkan produk maupun jasa.

Coba anda bandingkan hasil penelusuran antara keyword “Belajar SEO” dengan keyword “Jasa SEO”. Perhatikan hasilnya. Kami yakin, hasil yang ditampilkan oleh Google berbeda dari sisi search intent.

Coba juga contoh keyword yang lain.

Navigational Keyword

Model keyword berikutnya kita sebut dengan Navigationl Keyword.

Navigational Keyword Adalah keyword yang mengandung nama perusahaan maupun produk.

Biasanya pengguna internet sudah mengetahui nama perusahaan, merek produk maupun penyedia jasa yang ingin mereka gunakan.

Salah satu contoh Navigational keyword adalah “Azhima SEO”, silahkan klik untuk melihat hasilnya.
Hasil yang ditampilkan selalu terkait dengan nama produk, merek maupun penyedia jasa.

Keyword ini biasanya digunakan jika produk atau perusahaannya sudah banyak dikenal oleh khalayak.
Seperti : Detik, Tribune, Facebook, Instagram dan lainnya.

Ini juga sebagai pertanda bahwa branding produk maupun perusahaan sudah mulai terbentuk.

Alat riset keyword yang sering digunakan.

Untuk memudahkan proses riset keyword, kita membutuhkan alat riset keyword.

Saat ini, ada banyak sekali alat riset keyword yang bisa kita gunakan. Versi gratisan maupun berbayar.

Beberapa alat riset keyword yang sering kami gunakan adalah Ubersuggest, Keyword everywhere, Ahrefs, Keywordrevealer dan lain sebagainya.

Dulu, saat keyword planner masih gratis. Saya termasuk pengguna loyalnya.

Untuk membantu anda, kami akan bahas satu persatu tool riset keywor diatas. Selanjutnya anda bisa pilih alat yang paling sesuai dengan kebutuhan anda.

Ubersuggest

Merupakan alat riset keyword gratisan.

Menggunakan alat ini, kita bisa melakukan riset keyword tanpa harus mengeluarkan sejumlah uang. Cocok banget untuk anda yang merasa masih pemula.

Untuk cara melakukan riset menggunakan alat ini, silahkan lihat pada tulisan kami dibagian atas.

Menggunakan tool ini, kita bisa mendapatkan informasi ide keyword, volume pencarian, tingkat persaingan serta informasi penting lainnya.

Ahrefs

Ini adalah alat riset keyword yang paling saya sukai.

Karena, menggunakan alat ini kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi. Tidak hanya keyword, tetapi juga yang lain. Seperti backlink, distribusi anchor text dan lain sebagainya.

Hanya saja, alat riset keyword yang satu ini terbilang mahal.

Harganya sekitar $97 perbulan. Tapi, anda bisa coba trialnya sebesar $7 per-pekan.

Keyword Revealer

Tool riset keyword yang satu ini bisa kita gunakan hanya dengan mendaftar menggunakan email saja.
Tapi, tentu saja dengan fitur yang terbatas.

Tool ini bisa anda gunakan sebagai alternatif dari alat riset keyword yang lain.
Bisa juga untuk membandingkan hasil riset keywordnya.

Saat penulis menerbitkan artikel ini, harga termurah dari Keyword Revealer ini adalah $9.97 per-bulan.
Sudah include : Daily Searches 25 keyword, Keyword suggestion unlimited, daily evaluations sebanyak 50 dan brainstorming Usage sebanyak 25.

Saran kami, langsung coba aja.

Jika hasilnya sesuai dengan ekspetasi teman-teman, baru gunakan versi berbayarnya.

Keyword Everywhere

Alat riset keyword ini dibuat berupa extension chrome.
Pada awalnya alat riset keyword ini bisa kita gunakan secara gratis.

Namun, sejak awal Oktober 2019. Mereka memutuskan untuk menjadikan sebagai alat riset keyword berbayar.

Padahal, dulu bisa digunakan secara gratis.

Menggunakan tool riset kata kunci ini kita bisa mendapatkan informasi volume pencarian melalui SERPs mesin pencari Google.

Tinggal ketikan keyword utamanya, maka extension ini akan memunculkan keyword-keyword terkait dengan keyword yang diketikan. Lengkap dengan volume pencariannya.

Terus terang, alat ini sangat bagus dan membantu.

Sayangnya, saat ini harus bayar untuk bisa menggunakannya lagi.
Harga mulai dari tool ini adalah $10 untuk 10.000 kredit. Dengan perbandingan 1 kredit = 1 keyword.

Jika anda berminat menggunakan tool ini, anda bisa membelinya menggunakan kartu kredit, debit maupun paypal.

Sebenarnya masih banyak alat riset keyword yang lainnya yang tidak kalah bagus.

Hanya saja, kami tidak bisa membahasnya satu persatu melalui artikel ini.
Mungkin lain kesempatan bisa kami bahas lebih detail.

Ingat, ini hanya alat.

Hasil akhirnya tetap tergantung pada anda yang menggunakannya.

Cara riset keyword

Riset keyword merupakan langkah penting dalam SEO.

Banyak tindakan SEO gagal karena tidak diawali dengan riset keyword yang benar.

Padahal, dengan riset keyword. Kita bisa memilah dan memilih keyword yang layak untuk dioptimasi sesuai dengan model bisnis yang sedang kita geluti.

Dengan riset keyword, diharapkan anda bisa menemukan keyword yang tepat dengan model bisnis anda. Apakah toko online, website publisher, portal berita atau yang lainnya.

Sebelum kita bahas lebih jauh terkait dengan Teknik dan cara riset keyword. Ada baiknya kita bahas dulu tujuan utama dari riset keyword ini.

Tujuan melakukan riset keyword

Riset keyword ini dilakukan bukanlah tanpa alasan. Setidaknya ada 3 alasan utama.

Pertama, untuk menemukan keyword-keyword potensial

Dengan riset keyword kita bisa menemukan keyword-keyword yang potensial untuk kita optimasi menggunakan SEO.

Terkadang, ada keyword yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh kita.

Tapi, dengan riset keyword. Kita bisa menemukannya.
Semakin mahir kita melakukan riset keyword, maka semakin banyak keyword potensial yang bisa kita temukan.

Kedua, mengetahui volume pencarian

Alasan kedua mengapa kita perlu melakukan riset keyword adalah untuk mengetahui volume pencarian dari keyword-keyword tersebut.

Selanjutnya kita bisa mengukur, apakah keyword tersebut layak dioptimasi atau tidak.

Jika volume pencariannya terlalu kecil, sementara persaingannya sangat ketat sehingga membutuhkan sumber daya yang banyak. Tentu saja, keyword tersebut tidak layak untuk kita optimasi menggunakan SEO.

Sebaliknya, jika volumenya besar. Ditambah lagi dengan search intent yang sesuai dengan model bisnis kita. Maka keyword ini sangat layak dan direkomendasikan untuk dioptiamsi.

Ketiga, mengukur kompetisi

Setelah kita menemukan keyword-keyword potenasial. Selanjutnya kita bisa mengukur kompetisi dari keyword tersebut.

Bagian ini sangat penting untuk anda pertimbangkan.

Karena, semakin ketat persaingan keyword. Maka semakin banyak sumber daya yang dibutuhkan. Mulai dari waktu, tenaga dan uang.

Semakin banyak sumber daya yang digunakan, itu berarti potensi profit anda juga semakin kecil.

Baik, sampai disni kami harap anda sudah paham, mengapa kita perlu melakukan riset keyword.

Sekarang kita masuk pada langkah berikutnya.

Cara riset keyword ala Azhima

Dalam melakukan riset keyword, kita bisa melakukannya banyak pendekatan.

Pada tulisan kali ini, kita akan membahas 2 pendekatan saja.

Pertama menggunakan istilah-istilah umum yang terkait dengan bisnis kita. Kemudian yang kedua dengan cara melakukan spying competitor (manual dan menggunakan tool spying).

Baik, kita akan bahas satu persatu.

Riset Keyword menggunakan istilah terkait

Langkah awal yang bisa anda lakukan adalah dengan mengumpulkan kata-kata umum yang terkait dengan website bisnis anda.

Misalnya, website kami menjual paket Outbound untuk beberapa wilayah seperti Bandung, Bogor dan Jogja. Maka langkah awal yang kami lakukan adalah membuat daftar keywordnya.

Berikut daftar keyword yang kami buat.

  • Outbound Jogja
  • Outbound Bogor
  • Outbound Bandung
  • Provider Outbound
  • Paket Outbound

Selanjutnya, keyword diatas kita kembangkan dengan menggunakan alat riset keyword yang umum digunakan. Seperti Google Planner dan Ubersuggest.

Pada kesempatan ini, kita akan contohkan menggunakan Ubersuggest.
Silahkan simak dan kemudian praktekan.

Pertama, kunjungi Ubersuggest (klik link)
Ketikan salah satu istilah umum yang sudah anda kumpulkan sebelumnya. Upss, jangan lupa ubah bahasa dan negara menjadi Indonesia  (perhatikan gambar).

Ubersuggest V1

Kedua, klik tombol “Search” pada bagian kanan.
Maka, akan ditampilkan data seperti terlihat pada gamabr dibawah ini.
Alat Riset Keyword Ubersuggest V1

Pada gambar diatas kita mendapatkan beberapa informasi penting. Seperti, volume pencarian, tingkat kesulitan menurut algoritma Ubersuggest serta biaya Google Adword jika anda ingin menggunakan iklan berbayar Google.

Tidak itu saja, kita juga mendapatkan beberapa ide keyword terkait dengan keyword utama “Outbound Jogja”, coba perhatikan gambar dibawah ini.

Alat Riset Keyword Ubersuggest

Pada gambar diatas, anda juga bisa melihat  ide terkait dengan keyword utama pada tab “related, questions, prepotition dan comparisons”.

Kumpulkan dan catat keyword diatas lengkap dengan volume pencariannya. Daftar keyword ini akan kita jadikan sebagai ide konten/artikel yang akan dibuat nantinya.

Pada navigasi sebelah kiri, ada banyak menu yang bisa anda ekplorasi.
Silahkan klik untuk mendapatkan informasi tambahan terkait dengan keyword yang sedang anda riset.

Lakukan langkah ini untuk semua keyword yang ingin anda riset.
Sampai anda mendapatkan keyword-keyword potensial yang akan di optimasi menggunakan SEO.

Riset keyword menggunakan website Kompetitor

Selain dengan menggunakan istilah umum yang terkait dengan bisnis. Kita juga bisa melakukan riset keyword menggunakan website kompetitor.

Hanya saja, proses spying kompetitor ini harus menggunakan alat berbayar
Yakni Ahrefs.

Menggunakan alat ini kita bisa mendapatkan ide keyword dari kompetitor yang sudah masuk halaman 1 Google.
Biasanya, ada banyak sekali keyword yang sebelumnya tidak terpikirkan yang bisa kita temukan.

Untuk cara riset keyword menggunakan Ahrefs, mungkin akan kami bahas pada lain kesempatan.
Mengingat ini adalah alat riset keyword berbayar.

Tips memilih keyword

Sampai pada tahap ini, kami anggap sudah berhasil mengumpulkan setidaknya 10-20 keyword potensial.

Agar anda bisa memilih keyword yang benar-benar bagus dan potenail, mungkin beberapa tips sederhan ini bisa anda jadikan acuan.

Volume Pencarian

Pastikan volume pencarian untuk keyword yang anda pilih memadai. Walaupun untuk volume ini tidak bisa kita ambil sama rata antara satu model bisnis dengan yang lainnya.

Tapi, setidaknya volume pencariannya 100 pencarian perbulan untuk 1 keyword.

Jadi, jika anda optimasi 10 -20 keyword. Setidaknya, potensi trafik anda bisa mencapai 2000 pencarian perbulan

Jika ternyata ada keyword yang memiliki volume lebih besar dari yang kami sebutkan diatas.
Itu justru lebih bagus.

Search Intent

Saat memilih keyword, search intent harus menjadi pertimbangan utama.
Karena, akan berpengaruh pada jenis trafik yang akan berkunjung ke website kita nantinya.

Kita harus mengetahui minat dibalik keyword yang digunakan.

Orang yang menggunakan keyword “Jasa SEO” tentu berbeda motivasinya dengan orang yang menggunakan keyword “Belajar SEO”.

Orang mencari Jasa SEO bisa jadi karena mereka tidak memiliki pengetahuan teknis tentang SEO atau bisa juga karena mereka tidak mau terjun langsung sebagai praktisi SEO.

Sedangkan orang yang mengetikan keyword “Belajar SEO” adalah orang yang ingin tahu lebih jauh tentang SEO. Bahkan mereka sudah siap untuk terjun langsung menjadi praktisi SEO.

Jika kita salah memahami “search intent” dibalik keyword, maka besar kemungkinan kita akan gagal mendatangkan pengunjung yang di inginkan.

Level Persaingan

Selain volume dan search intent, anda juga harus mempertimbangkan level persaingan keyword di Google Search.

Untuk mengetahui level persaingan ini, biasanya kita harus mengumpulkan metrik SEO dari pihak ketiga
Seperti, Usia website, DA, PA, Konten, Backlink, DR, UR, TF dan lainnnya.

Anda bisa menggunakan alat pihak ke-3 seperti Moz, Ahrefs, Majestic dan Alexa

Prinsipnya, semakin berat persaingan keyword yang anda target. Maka semakin banyak sumber daya yang anda butuhkan. Mulai dari waktu, pengetahuan serta uang.

Jadi, bijaklah dalam memilih keyword.

Terakhir

Jika anda benar-benar ingin berhasil dalam tindakan SEO.
Maka jangan pernah lewatkan proses riset keyword. Karena proses ini akan memudahkan pekerjaan anda dimasa depan.

Kita akan menemukan keyword yang sesuai dengan model bisnis yang sedang digeluti, mengetahui potensi serta level persaingannya.

Sehingga bisa merencanakan tindakan-tindakan yang tepat untuk memenangkan persaingan di Google Search.

Mudah-mudahan pembahasan singkat kami terkait dengan keyword, jenis keyword, cara riset keyword serta alat riset keyword yang kami gunakan. Bisa membantu anda mencapai KPI SEO yang sudah ditetapkan sejak awal.

Salam sukses.